Cilok sudah dikenal sebagai salah satu jajan lokal di sekitar kita. Agaknya tidak ada orang yang asing dengan jajan aci satu ini. Mudah ditemukan, harganya ramah katong, variannya beragam, pun rasanya nagih. Cilok memang sejatinya jajanan yang tak akan lekang oleh waktu.
Sebagai orang yang kerap jajan—sepertinya memang tiada manusia yang tidak suka jajan di muka bumi ini—cilok menjadi salah satu pilihanku. Banyak cilok yang dijajakan di tempatku tinggal, tetapi ada satu cilok yang bagiku legendari karena sering beli sedari TK. Cilok Pak Bar adalah cilok juara dalam tahta daftar jajanan cilokku.
Kala Pertama Mengenal Cilok Pak Bar
![]() |
| Beli Cilok Pak Bar sebungkus ini Rp5.000. |
Pak Sabar yang kerap disapa Pak Bar adalah penjual cilok yang pertama aku jumpai ketika masih TK. Dalam bayang ingatanku yang kian buram saat menua, aku ingat beli ciloknya pertama kali saat TK nol besar. Sambil menunggu dijemput, aku akan duduk termangu sambil menikmati cilok di dekat perosotan.
Meskipun jenjang sekolah berganti, aku masih sering beli cilok Pak Bar yang memang sering muter keliling. Waktu istirahat atau jam pulang sekolah saat SD, SMP, dan SMA aku masih kerap jajan cilok beliau. Bahkan mbakku yang tinggal di luar kota juga dulu sering nitip cilok ini bila dia balik ke Wonogiri.
Dulu sih seingatku aku beli ciloknya biasa Rp1.000 atau Rp2.000 kalau tidak salah ya. Pesan komplit tanpa saus, bahkan terkadang polosan cuma ditambah penyedap ayam. Kalau bosan makan dengan ditali ujungnya, aku akan minta diberi sunduk*1). Selesai dan tinggal disantap deh.
Jajan Cilok Pak Bar Sekarang
![]() |
| Beli Cilok Pak Bar habis belanja di Pasar Wonogiri. |
Mau beli Cilok Pak Bar? Tenang, kamu bisa membelinya di beberapa spot di Wonogiri. Setahuku ada beberapa tempat pasti mangkal cilok ini. Beberapa tempat yang aku ketahui yaitu di dekat Pasar Wonogiri bagian utara, seberang Gereja Kristen Jawa Eka Kapti, dan arah selatan dari Perempatan Pokoh.
Pak Bar sendiri masih sering berjualan keliling saat aku menulis ini, cuma aku tidak tahu tempat pastinya. Kadang saat menjemput keponakanku dari SD tempatnya bersekolah aku melihatnya mangkal di sana, kadang juga di depan sekolah lain. Aku sendiri lebih sering beli ciloknya di seberang GKJ Eka Kapti.
Di Wonogiri, mungkin cilok ini dikenal dengan sebutan cilok timun. Kalau tidak salah memang setahuku di sini yang menggunakan timun dan pangsit cuma cilok ini. Selain itu, ada cilok biasa, cilok isi, dan cilok tahu. Acar timun, saos, kecap, penyedap ayam atau sapi menjadi pelengkap racikan cilok ini. Dari short video yang pernah kutonton di TikTok atau Instragam, minimal belinya Rp2.000 deh kalau tidak salah. Kalau aku sih biasanya beli Rp5.000 pas jajan.
![]() |
| Menyantap cilok yang sudah aku tata di piring. |
Rasa jajanan ini masih seperti ingatanku saat kecil. Ukuran ciloknya gede, kenyal, dan gurih. Tekstur chewy dengan isian telur jadi kombo asyik pas dikunyah. Cilok tahu memiliki perpaduan gurih asin cilok dan tahu nan khas. Pangsit kukusnya sedap dengan rasa kenyal. Bila diracik dengan tambahan saus, kecap, dan timun rasa mantap! Ada manis, gurih, sedikit pedas sinkron dengan tipis rasa segar asam acar timun yang menambah tekstur renyah.
Aku jujur yah, paling tidak sebulan sekali pasti beli cilok ini. Kadang aku merasa beli Rp5.000 tuh kurang. Soalnya emang nagih dan ada sentuhan khas dari cilok ini. Rasanya masih mau makan lagi dan lagi sampai puas!
Bagiku Cilok Pak Bar masih menjadi cilok juara kesukaanku di tempatku tinggal. Jadi, kalau kamu main ke Wonogiri, jangan lupa jajan Cilok Pak Bar ya!
restyu, 130126.
*1) Sunduk (bahasa Jawa) tusuk dari bambu.


