Kita masih bisa kenyang tanpa nasi, begitulah prinsip yang aku pegang. Ada kalanya aku tidak makan nasi di jam makan tertentu sejak beberapa tahun belakangan. Kenapa? Karena masih ada karbohidrat lain yang bisa mengenyangkan selain nasi.
Minggu, 15 Februari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Cilok Pak Bar Langgananku Dari Dulu Sampai Sekarang
Cilok sudah dikenal sebagai salah satu jajan lokal di sekitar kita. Agaknya tidak ada orang yang asing dengan jajan aci satu ini. Mudah ditemukan, harganya ramah katong, variannya beragam, pun rasanya nagih. Cilok memang sejatinya jajanan yang tak akan lekang oleh waktu.
Sebagai orang yang kerap jajan—sepertinya memang tiada manusia yang tidak suka jajan di muka bumi ini—cilok menjadi salah satu pilihanku. Banyak cilok yang dijajakan di tempatku tinggal, tetapi ada satu cilok yang bagiku legendari karena sering beli sedari TK. Cilok Pak Bar adalah cilok juara dalam tahta daftar jajanan cilokku.
Kala Pertama Mengenal Cilok Pak Bar
![]() |
| Beli Cilok Pak Bar sebungkus ini Rp5.000. |
Pak Sabar yang kerap disapa Pak Bar adalah penjual cilok yang pertama aku jumpai ketika masih TK. Dalam bayang ingatanku yang kian buram saat menua, aku ingat beli ciloknya pertama kali saat TK nol besar. Sambil menunggu dijemput, aku akan duduk termangu sambil menikmati cilok di dekat perosotan.
Meskipun jenjang sekolah berganti, aku masih sering beli cilok Pak Bar yang memang sering muter keliling. Waktu istirahat atau jam pulang sekolah saat SD, SMP, dan SMA aku masih kerap jajan cilok beliau. Bahkan mbakku yang tinggal di luar kota juga dulu sering nitip cilok ini bila dia balik ke Wonogiri.
Dulu sih seingatku aku beli ciloknya biasa Rp1.000 atau Rp2.000 kalau tidak salah ya. Pesan komplit tanpa saus, bahkan terkadang polosan cuma ditambah penyedap ayam. Kalau bosan makan dengan ditali ujungnya, aku akan minta diberi sunduk*1). Selesai dan tinggal disantap deh.
Jajan Cilok Pak Bar Sekarang
![]() |
| Beli Cilok Pak Bar habis belanja di Pasar Wonogiri. |
Mau beli Cilok Pak Bar? Tenang, kamu bisa membelinya di beberapa spot di Wonogiri. Setahuku ada beberapa tempat pasti mangkal cilok ini. Beberapa tempat yang aku ketahui yaitu di dekat Pasar Wonogiri bagian utara, seberang Gereja Kristen Jawa Eka Kapti, dan arah selatan dari Perempatan Pokoh.
Pak Bar sendiri masih sering berjualan keliling saat aku menulis ini, cuma aku tidak tahu tempat pastinya. Kadang saat menjemput keponakanku dari SD tempatnya bersekolah aku melihatnya mangkal di sana, kadang juga di depan sekolah lain. Aku sendiri lebih sering beli ciloknya di seberang GKJ Eka Kapti.
Di Wonogiri, mungkin cilok ini dikenal dengan sebutan cilok timun. Kalau tidak salah memang setahuku di sini yang menggunakan timun dan pangsit cuma cilok ini. Selain itu, ada cilok biasa, cilok isi, dan cilok tahu. Acar timun, saos, kecap, penyedap ayam atau sapi menjadi pelengkap racikan cilok ini. Dari short video yang pernah kutonton di TikTok atau Instragam, minimal belinya Rp2.000 deh kalau tidak salah. Kalau aku sih biasanya beli Rp5.000 pas jajan.
![]() |
| Menyantap cilok yang sudah aku tata di piring. |
Rasa jajanan ini masih seperti ingatanku saat kecil. Ukuran ciloknya gede, kenyal, dan gurih. Tekstur chewy dengan isian telur jadi kombo asyik pas dikunyah. Cilok tahu memiliki perpaduan gurih asin cilok dan tahu nan khas. Pangsit kukusnya sedap dengan rasa kenyal. Bila diracik dengan tambahan saus, kecap, dan timun rasa mantap! Ada manis, gurih, sedikit pedas sinkron dengan tipis rasa segar asam acar timun yang menambah tekstur renyah.
Aku jujur yah, paling tidak sebulan sekali pasti beli cilok ini. Kadang aku merasa beli Rp5.000 tuh kurang. Soalnya emang nagih dan ada sentuhan khas dari cilok ini. Rasanya masih mau makan lagi dan lagi sampai puas!
Bagiku Cilok Pak Bar masih menjadi cilok juara kesukaanku di tempatku tinggal. Jadi, kalau kamu main ke Wonogiri, jangan lupa jajan Cilok Pak Bar ya!
restyu, 130126.
*1) Sunduk (bahasa Jawa) tusuk dari bambu.
Selasa, 02 Desember 2025
Bakmi Pentil dan Pecel Sebuah Kombinasi Nan Mantap
Orang mengenyalnya dengan bakmi pentil, tetapi aku sering menyebutknya bakmi petel atau bakmi geol saat masih kecil. Bahkan mungkin belum banyak orang yang kenal hidangan ini. Namun, aku rasa agaknya orang Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak akan asing dengan menu ini. Lantas, ini adalah sedikit ceritaku soal bakmi pentil.
Senin, 18 Agustus 2025
Sambal Tahu Untuk Latihan Makan Sambal Si Cupu
Orang Indonesia suka makan pedas. Setidaknya itu yang banyak orang bilang. Meskipun yah, kenyataannya tidak begitu juga sih—soalnya masih banyak yang kepayahan makan pedas juga ternyata. Kamu sendiri masuk geng tahan makanan pedas tidak?
Selasa, 17 Juni 2025
Cerita Perkelahian Daging di Iduladha Tahun Ini
Daging Iduladha kemarin masih gak? Yah, memang Iduladha sudah lewat hampir 2 minggu lalu, tetapi aku percaya mungkin masih ada yang dagingnya belum habis. Contohnya sih di rumahku masih ada daging sekitar sekilo di freezer.
Selasa, 27 Mei 2025
Nostalgia Beli Martabak dan Terang Bulan Ke Tempat Ini
Apa jajanan atau makanan yang identik dengan malam? Kalau ditanya begitu, jawabku tentu saja martabak! Asin atau manis tak masalah, yang jelas martabak enak disantap di malam hari!
Rabu, 09 Oktober 2024
Serba Serbi Olahan Daging Sapi Tahun Ini
Lebaran Haji tahun ini bagiku tak jauh beda dari tahun kemarin sebenarnya. Hanya saja mungkin aku lebih berani explore banyak makanan kali ini. Jadi, di 2024 ini daging qurban aku olah jadi apa saja?
Rabu, 24 Mei 2023
Makan Selat Solo Tapi Tak Perlu Menyebrang
Nggit, rekomendasi kuliner andalamu apa? Pertanyaan yang sering ditanyakan kalau ada teman bicara masalah kuliner. Jawabku beragam biasanya tapi jujur aku kerap merekomendasi makanan ini. Selat solo adalah kuliner yang kerap aku sarankan ke temanku.
Selasa, 21 Maret 2023
Mencoba Keripik Pisang Gaya Camilan Keripik Pisang UMKM Lokal
Camilan aku rasa menjadi sesuatu yang tak bisa lepas dari orang-orang sekarang. Aku pikir wajar jika orang kerap menyetok beragam camilan di rumah. Entah itu untuk disuguhkan ke tamu atau untuk dinikmati sendiri.
Sabtu, 18 Maret 2023
Gembukan Wijen Sebuah Nyamikan Tiada Tandingan
Apa kamu suka ngemil? Tentu saja iya kalau aku ditanya. Mulutku kadang terasa hampa kosong jika tidak mengunyah sesuatu. Apa ini kuchisabishii*1)? Entahlah, aku ragu untuk mengiyakannya.


