Minggu, 15 Februari 2026

Ketika Masih Bisa Kenyang Walau Tanpa Nasi

Kita masih bisa kenyang tanpa nasi, begitulah prinsip yang aku pegang. Ada kalanya aku tidak makan nasi di jam makan tertentu sejak beberapa tahun belakangan. Kenapa? Karena masih ada karbohidrat lain yang bisa mengenyangkan selain nasi.

Kalau dilihat kembali, memang sepertinya kitaorang Indonesiasangat terobsesi dengan nasi. Saat aku membaca buku Seri Pangan Nusantara dipapar jelas bahwa selepas masa orde lama beras semakin digalakkan budidaya dan distribusinya lantas mengenyampingkan pangan lokal. Semua orang kini diberi beras dan standar kenyang adalah makan nasi.

Aku di rumah masih masak nasi kok untuk makan bersama Bapak. Namun, ada kalanya aku makan karbohidrat lain yang tersedia di rumah. Soalnya yah memang kan sumber kabohidrat yang tersedia di rumah banyak, meskipun cukup disayangkan tidak semuanya lokal.

Mie, Roti, dan Pasta

Aku terkadang makan olahan gandum. Tidak sering sekali, mungkin seminggu sekali dua kali. Karena yah tidak bisa dipungkiri sekarang produk turunan gandum sangat amat mudah dijumpai. Kita sebuh saja roti, mie, dan pasta kan sejatinya produk turunan gandum. Pun ketika aku makan produk olahan gandum tidak ditambah nasi yang menyebabkan double carbo.

Mi godok dengan banyak sayur buatanku
Mi godok dengan banyak sayur buatanku.

Ketika makan mie, entah itu mie instan atau mie kering tambahan protein dan serat adalah sebuah keharusan. Tambahkan sayur dan protein sesuai selera kalian. Kalau aku sekarang seringnya mengolah mie kering ketimbang mie instan. Biasanya dimasak jadi mie goreng atau mie godok dengan banyak sayur pakai bumbu dasar putih. Yah ada kalanya juga masak mie kari dengan sayur dan daging sebagai opsi lain.

Roti tipkal flat bread biasanya aku jadikan karbohidrat pendamping lauk kari. Kalau tidak terkadang buat sandwich dari roti tawar dengan sayur, telur, atau daging. Kalau pasta bagaimana? Kadang banget sih buatnya. Paling dimasak dengan saus bolognese, carbonara, atau aglio e olio yang sat set.

Kentang

Aku rasa tidak ada yang asing dengan kentang sebagai karbohidart. Kala makan steak pendampingnya seringnya adalah kentang baik itu digoreng atau jadi mashed potato. Umbi ini juga mudah didapatkan di pasar. Kalau tidak salah terakhir kali aku beli di sini beberapa waktu yang lampau sekilo kisaran Rp20.000 kurang sedikit deh.

Direbus enak, digoreng juga enak. Kentang itu aku rasa fleksibel mau diolah jadi apa, pokoknya kembali ke selera masing-masing lagi. Aku sering lebih sering merebus atau menggorengnya. Belum pernah coba buat mashed potato karena kayaknya agak ribet jadi nanti dulu deh.

Kentang rebus, galatin ayam, tahu goreng, sayur, dan sambal.
Kentang rebus, galatin ayam, tahu goreng, sayur, dan sambal.

Ini adalah salah satu contoh menu makanku yang menggunakan kentang. Kentang rebus sebagai karbohidrat, galatin ayam dan tahu goreng untuk protein, serta sayur sebagai serat. Plus sedikit sambal agar lebih mantap. Sederhana tapi aku sangat menikmatinya.

Ubi Jalar

Ubi mau direbus, digoreng, atau dipanggang akan selalu enak sih. Dikombinasikan jadi makanan manis atau asin juga bisa. Ubi jalar sendiri merupakan sumber karbohindart yang sudah dikenal masyarakat  kita dari lama sekali, bahkan sejak manusia purba dan prasejarah.

Umbi satu ini juga beragam. Dari warnanya saja ada macam-macam mulai dari putih, kuning, ungu, dan oranye. Rasanya pun turut beragam dari yang tidak manis sampai yang sangat manis.

Ubi rebus, capcay sayur, orek tempe basah untuk sarapanku
Ubi rebus, capcay sayur, orek tempe basah untuk sarapanku.

Tidak ada kriteria khusus untukku dalam memilih ubi sebagai karbohidrat di piring. Seperti menu sarapanku kali ini terdiri dari ubi rebus, orek tempe basah, dan capcay sayur. Sebenarnya ada krupuk juga sedikit tapi tidak terfoto. Sederhana kan? Namun, isinya beragam.

Singkong

Karena Bapak menanam singkong di belakang rumah, panen singkong bukanlah hal yang asing bagiku. Olahan singkong juga rasanya dekat akrab. Baik itu direbus atau digoreng, bagiku singkong akan selalu enak.

Kalau ditanya singkong yang enak itu bagaimana, jawabku adalah singkong yang sangat lembut! Singkong yang teksturnya sampai lembut dan halus itu sangat enak! Apa lagi pas digoreng bisa ambyar, enak banget pokoknya! Namun, yah itu selera pribadi sih.

Singkong rebus, oseng tahu kacang panjang, telur ceplok, krupuk, dan sambal
Singkong rebus, oseng tahu kacang panjang, telur ceplok, krupuk, dan sambal untuk makan malam.

Makan singkong pakai apa? Jawabku pakai ini! Kemarin aku makan malam dengan singkong sebagai karbohidrat utamanya. Lauknya dipasangkan dengan oseng tahu kacang panjang, telur ceplok, sambal, dan sedikit krupuk yang renyah.

Sebebarnya, ada karbohidrat lain yang pernah aku konsumsi seperti jagung dan sukun. Cuma konsumnya jujur jarang banget, apalagi sukun yang berbuah musiman. Uwi dan gembili juga aku cicip sebagai cemilan tapi belum pernah aku padukan dengan lauk.

Rupa karbohidrat kita di Indonesia sebenarnya amat sangat beragam. Pangan untuk bisa kenyang seharusnya tidak dipukul sama rata harus makan nasi. Keberagaman pangan harusnya dibanggakan dan dilestarikan. Karena makan tidak hanya membas perut kenyang, tetapi juga elemen sosial budaya yang arif lingkungan sekitar kita.

Aku sendiri akan terus mencoba membuat isi piringku beragam. Mengeksplor pangan lokal akan sangat menarik dan menyenangkan. Jadi, kedepannya aku mau coba berbagai sumber karbohidrat lokal yang bisa aku akses selain yang ada di atas.

Kalau kamum sendiri bagaiamana? Tertarik tidak membuat isi piringmu lebih beragam?

restyu, 130226.

Halo, nama pena saya restyu tapi kalian bisa panggil saya Anggit. Seringnya saya menulis cerita keseharian atau beberapa hal menarik bagi saya untuk dibagikan di blog. Salam kenal.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon