Jumat, 15 Mei 2026

Memasak Adalah Skill Esensial Semua Orang

Aktivitas memasak berkaitan dengan pengurusan pangan. Jika mengecek KBBI, memasak dijelaskan sebagai membuat (mengolah) panganan, makanan, gulai, dan sebagainya[1]. Sehingga memasak dalam hidup kita memiliki esensi yang penting. Sebab memasak berelasi dengan makan kita dan tubuh kita.

Dalam kacamata pribadiku, memasak adalah sebuah skill. Memasak adalah sebuah keahlian dasar. Semua orang seharusnya bisa memasak makanan sederhana. Paling tidak jika terjebak dalam situasi tertentu, orang tak akan kelaparan selama bisa memasak.

Kalau di rumah, biasanya yang paling sering memasak adalah aku. Ada kalanya bapak juga yang masak sih kalau sedang mau. Masakanku bukan sesuatu yang wah ribet dan modern. Aku seringnya masak menu rumahan khas Jawa Tengah, terutama Wonogiri.

Memasak Keahlian Penting Bagi Setiap Orang

Capjae goreng yang aku masak kemarin.
Capjae goreng yang aku masak kemarin.

Meskipun sudah masuk abad ke-21, pandangan kolot orang-orang masih tetap ada. Masih banyak orang yang menganggap beberapa hal adalah urusan gender tertentu, salah satunya adalah memasak.

Ada orang yang masih melihat memasak sebagai kewajiban dan tuntutan untuk perempuan. Padahal memasak harusnya tidak memandang gender. Baik perempuan dan laik-laik sebaiknya memiliki basic skill ini. Memasak itu basic life skill, terutama untuk bertahan hidup alias survival.

Selama orang masih makan, keahlian memasak itu penting. Karena dengan memasak kita tak perlu bergantung pada orang lain untuk kenyang. Selama kita memiliki bahan untuk diolah, kita bisa memasak, kita bisa makan, kita bisa kenyang, dan kita tak perlu khawatir.

Selain itu, dari satu tulisan yang pernah aku baca, memasak menjadi upaya pemenuhan fisiologi manusia, meningkatkan kesehatan fisik, dan memiliki manfaat psikologi. Pada tulisan itu, dijelaskan bahwa secara psiokologis manfaat yang didapatkan lewat memasak itu banyak, yaitu: melatih mindfulness, mengurangi stres serta emosi negatif, melatih kontrol diri, meningkatkan self-worth, mengenali diri, dan membuat bersosialiasi dengan orang lain[2].

Aku percaya dengan kalimat: apa yang kamu makan akan membentuk kamu. Jadi, untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik salah satu skill yang harus diasah adalah memasak. Makanan yang kita masak sendiri lebih jelas selaras kebutuhan dan selera kita. Belum lagi makanan rumah memiliki cita rasa tersendiri, mereka khas dengan sentuhan yang unik.

Memasak Lebih Sehat, Hemat, dan Memuaskan

Belanja mingguan di Pasar Wonogiri.
Belanja mingguan di Pasar Wonogiri.

Masakan kita lebih sehat. Sebab kita tahu bahannya dan pengolahannya. Ada yang bilang bahwa "Dengan memasak kita belajar lebih paham tiap komponen yang akan kita makan. Bertambahnya perhatian kita tentang apa santapan kita, maka kita akan semakin bijak adalam mempertimbangkan rasa dan kesehatan[3]."

Poin lain keuntungan memasak adalah lebih hemat. Jika dibandingkan dengan membeli makanan di luar, memasak di rumah memang jauh lebih irit. Tempe satu papan seharga sekitar Rp5.000 bisa diolah untuk makan 2-3 kali dengan berbagai resep. Telur satu kilo yang harga biasanya Rp17.000 bisa dimasak beragam untuk beberapa hari.

Memang sih apa-apa sekarang jadi lebih mahal. Belanja dengan uang Rp100.000 di pasar itu memang ngos-ngosan banget untuk dicukup-cukupkan seminggu. Namun, aku rasa itu masih irit ketimbang setiap hari beli lauk di warung.

Aku pribadi juga merasa memasak adalah aktivitas yang memberikan rasa kepuasan tersendiri. Meskipun tak bisa dipungkiri memasak emang agak lama, repot, dan ribet, tetapi semua itu terbayar ketika aku bisa menyantap kombinasi lauk dan nasi olahanku. Belum lagi lewat memasak aku bisa menyesuaikan selera makanan bapak yang sudah sepuh.

Makanan buatan kita, terutama masakan rumahan yang resepnya turun temurun mempunyai rasa tersendiri. Kayak ada rasa khas yang tak bisa ditemukan di masakan serupa buatan orang lain. Jadi yah memang terkadang kalau bukan masakan kita sendiri, memang rasanya ada yang kurang.

Hari-Hariku Memasak di Dapur

Memotong pare untuk dibuat oseng pare.
Memotong pare untuk dibuat oseng pare.

Aku bisa memasak dan terbiasa memasak untuk orang-orang di rumah. Apa yang aku masak sehari-hari cuma menu sederhana seperti sayur sop, jangan lombok, sayur bobor, balado, ikan goreng, opor, dan menu sederhana lainnya. Semua resep itu diajarkan oleh bapak. Soalnya bapak memang bisa memasak, apalagi nasi goreng buatannya juara banget untukku.

Bagiku proses memasak dimulai dari belanja bahan. Setidaknya seminggu sekali aku selalu pergi ke pasar buat belanja. Beli sayur, ikan, tahu, tempe, bumbu, dan bahan-bahan serupa. Belanja di pasar selalu menyenangkan untukku. Di tengah huru-hara kenaikan harga barang-barang sekarang memang belanja Rp100.000 untuk seminggu itu agak susah. Kalau dihitung-hitung lagi, mungkin belanja mingguanku di pasar itu habisnya sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 sekarang.

Biasanya sambil belanja aku sekalian berpikir bakal masak apa. Kayak kalau beli 4 pakcoy bisa dimasak jadi mi goreng, mi godok, capjae, dan tumisan. Sebisa mungkin menu setiap sesi makan aku usahakan berbeda-beda agar tidak bosan.

Komposisi isi piring juga selalu aku usahakan ada sayur dan protein. Kadang sayurnya dibuat sop, terkadang ditumis. Protein kadang dari tahu atau tempe, telur, ikan, dan ayam. Pokoknya kombinasinya macam-macam.

Sampai sekarang, aku masih belajar memasak. Belajar resep-resep baru. Belajar meakanan dari beragam tempat. Belajar terus pokoknya. Soalnya memang memasak adalah proses belajar yang tak akan pernah habis. Selalu ada hal baru dan beragam dari makanan yang ada di sekitar kita.

Hari ini, besok, dan seterusnya aku masih akan sering memasak. Lewat masakanku sendiri, aku bisa memenuhi kebutuhan makananku dan lebih hemat. Terkadang masih sering makan di luar kok. Pokoknya dibuat berimbang saja antara masak sendiri atau beli di luar. Kalau mood masak ya masak, kalau agak bosan sama masakan sendiri baru beli di luar deh. Karena memang tidak perlu dipusingkan, bukan?

Jadi, makanan apa yang sering kamu masak di rumah?

restyu, 130526.

Halo, nama pena saya restyu tapi kalian bisa panggil saya Anggit. Seringnya saya menulis cerita keseharian atau beberapa hal menarik bagi saya untuk dibagikan di blog. Salam kenal.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon