Jumat, 24 Juli 2026

Musim Kemarau dan Serba-Serbi Ceritanya

Tiada hujan. Suhu yang panas. Udara yang lebih kering. Matahari kian terik kala siang. Musim kemarau sudah menyapa kita beberapa bulan ini. Meskipun yah sekiranya di April dan Mei kemarin hujan masih kadang turun walaupun cuma seuprit.

Cerita Kemarau dan Godaannya

Langit siang musim kemarau di belakang rumah.
Langit siang musim kemarau di belakang rumah.

Jujur sih, akhir-akhir ini segala macam es menjadi sesuatu yang sangat amat menggoda. Hanya saja mengingat aku sempat batuk dan pilek parah beberapa waktu yang lalu rasanya diriku jadi lebih sadar diri. Jujur saja aku sebisa mungkin menghindari minuman dengan es. Meskipun tak bisa bohong kalau puanas seperti begini pasti seger kalau mimik*1) es.

Bayangin saja di siang bolong dengan langit biru dan matahari terik di atas kepala terus minum es teh yang manis. Beuh! Nikmat mana lagi yang kamu dustakan coba? Sueger banget! Air keruh teh manis  yang dingin pas turun membasahi kerongkongan rasanya aduh enak banget gak sih? Cuma yah karena aku sadar diri bisa K.O lagi, jadi sebelum mimik es harus mikir-mikir lagi. 

Kalau dipikir-pikir, memang waktu-waktu di musim kemarau sekarang ini bapil gampang banget mampir Belum lagi pas bangun tidur rasanya dingin banget. Pagi sekarang hawanya dingin dan kadang entah kenapa buat tenggorokan gampang gatal.

Suhu siang dan malam njomplang banget pokoknya. Bediding*2) sudah mampir dan memang itu tanda kemarau tiba sih. Aku kadang merasa maklum kalau di pagi hari muales banget keluar dari gulungan selimut yang hangat.

Kemarau dan Masalahnya

Teras depan rumah yang harus disapu berkali-kali sekarang.
Teras depan rumah yang harus disapu berkali-kali sekarang.

Kemarau seperti saat ini biasa membawa banyak debu. Aku rasanya sering menyapu rumah berkali-kali tapi debunya gak hilang-hilang. Apalagi area teras yang berhadapan langsung ke jalan. Debu di area itu rasanya lebih tebal di waktu-waktu sekarang.

Bersih-bersih rumah di musim kemarau rasanya jadi ekstra banget. Debu menempel lebih banyak dan lebih cepat. Menyapu, mengepel, dan mengelap jadi rutinitas yang berkali-kali dilakukan sekarang ini.

Mungkin yang sedikit menguntungkan dari panas akhir-akhir ini adalah jemuranku yang lebih cepat kering. Mencuci baju sekarang benar-benar super duper cepat kering. MVP untuk kali ini adalah angin kering di musim kemarau.

Selain itu, kemarau juga membawa masalah untuk kebunku. Semaian pakcoy yang aku tanam di depan banyak yang mati. Meskipun sudah disiram banyak tetap saja mati pada akhirnya. Kemarin sudah aku sulam lagi sih pakcoynya. Yah, sekarang aku cuma bisa berharap kalau semaianku yang ini tidak gagal lagi sih.

Keluhan lain berkait musim kemarau dariku adalah kulit yang jadi lebih kering. Udara kering membawa rasa yang berbeda di kulitku. Body lotion dan hand cream jadi senjata ampuh mengatasi masalah ini. Soalnya kering banget serius sekarang rasanya!

Cerita-Cerita Berkait Kemarau dalam Ingatanku

Pagi hari di musim kemarau yang dingin.
Pagi hari di musim kemarau yang dingin.

Kalau boleh jujur, aku rasa musim kemarau tahun ini sedikit lebih sejuk dibandingkan beberapa tahun kemarin. Soalnya meskipun panas, rasanya tidak benar-benar sampai sumuk*3) yang buat kemringet*4) parah seperti tahun lalu. Rasanya kayak masih bisa aku tahan saja.

Aku ingat beberapa tahun kemarin rasanya luar biasa panas. Bergulung di lantai yang dingin dengan kipas menyala rasanya masih tidak cukup. Aku bahkan sering ke kamar sekadar cuci muka atau mandi lagi jika benar-benar tidak tahan.

Meskipun sedikit lebih sejuk, kemarau tetap tak bisa kita anggap remeh. Kalau tidak salah prediksi BMKG memaparkan bila El Nino tahun ini kemungkinan membawa musim kemarau lebih panjang daripada biasanya. Jadi, aku rasa bijaknya kita masih tetap bersiap dan waspada di musim kemarau.

Gunakan air dengan bijak dan tidak lupa menyimpan cadangan air. Air adalah hal yang harus diperhatikan di waktu seperti ini. Di rumah bapak punya 2 tong untuk menampung air di halaman belakang rumah. Pokoknya cadangan air bersih harus dipersiapkan.

Selain itu, aku rasa penting banget untuk kita menjaga kesehatan Minum es boleh sih. Cuma yah kita harus bijak saja sih. Minum air putih yang cukup alias stay hydrated adalah sebuah kewajiban. Tak lupa konsumsi makanan yang berimbang nutrisinya juga.

Reminder juga untuk tak lupa pakai sunscreen dan sunblok terutama saat keluar. Sinar UV musim kemarau sepertinya lebih galak sih rasanya ketimbang di musim penghujan.

Tak lupa untuk waspada selalu terhadap kebakaran. Hawa kering seperti saat ini mudah menyulut api. Di berita lokal daerahku saja ada bukit yang terbakar beberapa hari kemarin. Mengingatkan selalu untuk tidak buang puntung rokok sembarang dan sebisa mungkin menghindari membakar sampah kering.

Semoga kemarau tahun ini bisa berlalu tanpa banyak masalah. Syukur-syukur September nanti sudah mulai hujan. Stay hydrated dan jaga kesehatan selalu semuanya!

restyu, 190726.

Glosarium:
*1) Mimik (bahasa Jawa) minum.
*2) Bediding (bahasa Jawa) fenomena ketika suhu udara di pagi dan malam hari sangat dingin berbeda dengan siang yang sangat panas.
*3) Sumuk (bahasa Jawa) gerah.
*4) Kemringet (bahasa Jawa) berkeringat.

Halo, nama pena saya restyu tapi kalian bisa panggil saya Anggit. Seringnya saya menulis cerita keseharian atau beberapa hal menarik bagi saya untuk dibagikan di blog. Salam kenal.


EmoticonEmoticon